BI: Penjualan Rumah Merosot Tajam

Sepanjang kuartal pertama 2020, penjualan rumah di Indonesia alami penurunan yang signifikan, yakni sebesar – 43,19% secara year on year (yoy). Penurunan paling tajam terjadi pada penjualan tipe rumah menengah yaitu -50,63 %, disusul rumah kecil sedalam -42,74% dan rumah besar yaitu -13,99%. Demikian hasil survei Bank Indonesia (BI) yang ditampilkan pada Survei Harga Propeerti Residensial Kuartal I 2020.

Kontraksi juga terlihat pada antar kuartal, di mana rata-rata untuk semua tipe rumah tertekan sedalam -30,52%. Ini adalah pertumbuhan negatif terbesar dalam delapan tahun terakhir, di mana pada kuartal 1 2012, penurunan “hanya” di kisaran -25%.

Jika dilihat quarter to quarter (qtq), maka tipe rumah besar adalah yang mengalami pertumbuhan negatif terbesar yaitu 41,01%. Berikutnya tipe menengah (-34,39%) lalu tipe kecil (-26,9%). Untuk tipe rumah menengah, pertumbuhan tahunan negatif tadi adalah penurunan terbesar dalam dua tahun terakhir. Sementara pada tipe rumah besar, pada tahun lalu msh alami penjualan, bahkan pada kuartal 3 2020, naik 81,62% dibandingkan kuartal sebelumnya.

Menurut hasil survei tersebut, penurunan tersebut karena responden masih menilai suku bunga KPR masih tinggi. Walaupun pada Maret 2020, suku bunga KPR rata-rata sudah sebesar 8,92%, lebih rendah dibandingkan akhir tahun 2019, yang rata-rata sebesar 9,12%. Faktor lainnya adalah karena adanya kondisi darurat yang diakibatkan oleh wabah covid-19.

Meskipun suku bunga dinilai masih tinggi, tapi KPR masih jadi pilihan utama pembiayaan pembelian rumah. Namun demikian, penyaluran KPR dan KPA sepanjang kuartal 1 2020 juga alami penurunan, dari 7,99% (yoy) jadi 4,34% (yoy). Kecenderungan penurunan ini bahkan sudah terlihat sejak kuartal pertama tahun lalu.

Harga Terus Tertekan

Hal itulah yang membuat harga properti residensial sepanjang kuartal 1 2020 tumbuh lebih lambat daripada periode yang sama di tahun lalu, ataupun kuartal sebelumnya. Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) pada kuartal 1 itu cuma tumbuh 1,68% (yoy), sementara pada periode yang sama tahun 2019 tumbuh 2,06%. Bila dilihat dari tipe rumah, perlambatan terjadi pada tipe rumah menengah dan besar, yang masing-masing cuma tumbuh 1,36% dan 0,86%.

Melihat kondisi ini, BI memproyeksikan tekanan juga masih akan terjadi pada kuartal mendatang. IHPR hanya naik 1,56%, didorong oleh tipe rumah kecil yang naik sebesar 2,29%. *AY


Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *