Hype Station Pertama Hadir di Kawasan Bintaro

Pandemi memang membuat banyak hal harus dibatasi, tapi bukan berarti tidak bisa bersosialiasi, apalagi beraktivitas bersama. Itu juga yang membuat PT Cipta Harmoni Lestari (CHL), menggelar seremoni soft opening Marchand Hype Station, Sabtu (17/10). Kawasan komersial dengan konsep kekinian ini membidik segmen pasar kalangan milenial sebagai target utama. Di lahan seluas 3.500 m2, bangunan setinggi 3 lantai ini merangkum 266 unit kios berukuran mungil, dan 8 unit ruko serta 14 unit working space. Kios-kios tersebut bisa dipakai aneka produk fashion, food & beverage, serta aneka pernik khas anak muda.

Tapi Marchand Hype Station bukan sekadar ruang berisi deretan kios, “Konsep layout Marchand Hype Station dibuat seperti festive market yang terlihat hingar-bingar dengan hiasan lampu-lampu yang unik. Desain tampak muka setiap toko sangat mengutamakan kebebasan berekspresi dari setiap pemilik toko, sehingga interiornya tidak monoton. Koridornya saja unik, karena dipasang lampu-lampu yang berbeda. Pendeknya, toko-toko itu adalah atraksi utama bagi pengunjung,” papar Setia Iskandar Rusli, Chief Marketing Officer (CMO) Marchand Hype Station.

Marchand Hype Station dirancang sebagai  sebuah hype plaza dengan mural dan street painting yang menghiasi setiap sudut bangunannya, termasuk di setiap toko. Ratusan mural itu dapat menjadi sebagai tempat berswa foto yang pastinya disuka anak muda. Selain itu, juga tersedia ampitheatre untuk pertunjukkan musik atau live perfomance lainnya, serta skate alley area sebagai tempat untuk komunitas-komunitas skateboard.

Hype sendiri secara bebas diterjemahkan sesuatu yang penuh sensasi dan semangat. Karena itu, CHL berani mengklaim ini adalah hype station yang pertama dan satu-satunya di Indonesia.

Lokasi ruang komersial ini berada di kawasan Emerald, Bintaro, Tangerang Selatan. Sekelilingnya adalah kawasan permukiman kelas menengah, yang dilengkapi dengan sekolah bertaraf internasional, dan aneka fasilitas gaya hidup, seperti golf driving range.  Setia mengaku, keunikan Marchand Hype Station ini terinspirasi setelah  dirinya mempelajari konsep dan desain yang unik dari beberapa konsep komersial dan wisata di Melbourne, Australia. Dan konsep tersebut, menurut Setia, karena penghuni kota satelit tersebut sangat menyukai konsep unik, kreatif dan green lifestyle.

Untuk yang berada di luar Bintaro pun mudah mencapainya, apalagi akan segera selesainya ruas jalan tol Alam Sutera–Bintaro, bagian dari jalan tol Lingkar Luar Jakarta 2 (Bandara-Kunciran-Serpong-Cinere-Jagorawi-Cibitung) serta ruas jalan tol Ulujami-Serpong.

Tidak heran, sejak diperkenalkan pada akhir Maret 2019 lalu, kios-kios di sini mendapat respon yang sangat tinggi. Setia mengungkapkan, kalau kios-kiosnya sudah terjual lebih dari 85%. “Dengan kreativitas dan kejelian membidik market, Marchand Hype Station yang kami bangun menjadi produk yang sangat diminati. Ini membuktikan bahwa produk properti akan terserap dengan baik, tergantung di mana lokasinya, konsep yang berbeda dan target pasar yang tepat. Sebagai hype station pertama, kami sudah menyediakan berbagai area-area unik dan menarik bagi pengunjung,” tandasnya.

Dan tentunya, Marchand Hype Station tetap menjalankan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah, seperti mengharuskan pengunjung dan pengisi ruangnya menggunakan masker, menyesuaikan kapasitas pengunjung, menyediakan hand sanitizer dan tempat cuci tangan.

 




Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *