JLL: Hadapi New Normal, Perusahaan Lakukan Transformasi Desain dan Desentralisasi

Perusahaan-perusahaan bersiap kembali ke kantor di tengah pelonggaran pembatasan sosial di seluruh Asia Pasifik sambil mempertimbangkan portofolio real estate yang sesuai dengan situasi ‘new normal’. Menurut survei oleh JLL, lebih dari 80% kliennya telah mulai mencari alternatif untuk menjaga bisnis mereka tetap berjalan atau melakukan modifikasi tertentu pada kantor mereka.

Dalam laporan terbaru ‘Guide for Workplace Design Considerations’ yang diluncurkan perusahaan real estate ini menjelaskan sejumlah prioritas jangka pendek hingga jangka panjang, termasuk solusi perencanaan ruang, pengalaman yang didukung teknologi dan fungsi operasional yang membantu perusahaan menavigasi proses kembali ke kantor. Panduan ini juga menyoroti bagaimana perusahaan dapat menilai kembali ruang kantor mereka dengan skenario desentralisasi atau mendesain ulang sehingga dapat melindungi bisnis dan karyawan mereka dalam jangka panjang

Martin Hinge, Executive Managing Director, Project & Development Services, JLL Asia Pasifik mengatakan aktivitas kembali ke kantor akan menjadi langkah bertahap dengan proses multi-fase yang kemungkinan akan berevolusi ketika ekonomi terbuka kembali.

“Ketika orang-orang kembali ke kantor, prioritas nomor satu klien kami adalah memastikan bahwa mereka kembali ke lingkungan yang aman dan sehat,” katanya.

Panduan ini juga membahas tentang menyiapkan ruang kerja pribadi yang tertutup, merancang ruang bersama dan ruang terbuka dengan label dan pemisah ruang, atau bahkan memasang teknologi thermal imaging di lobi gedung dan area resepsionis.

“Dalam jangka pendek, perusahaan perlu memiliki cara untuk mengadaptasi tempat kerja dengan cepat, untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan karyawan. Meski demikian, dalam jangka panjang, para pemimpin bisnis akan dihadapi dengan pengambilan keputusan mengenai penggunaan ruang kerja mereka yang bertentangan dengan prinsip pembatasan sosial yang mungkin diperlukan untuk jangka waktu lebih lanjut,” ujar Gonzalo Portellano, Head of Portfolio Design, JLL Asia Pasifik.

Menurut panduan tersebut, untuk jangka panjangnya organisasi-organisasi harus memiliki perencanaan dan cara memaksimalkan ruang kantor supaya bisa menghemat pengeluaran. Panduan itu juga menerangkan bahwa tempat kerja yang terdesentralisasi akan lebih berkembang karena dapat mempermudah karyawan bekerja dari manapun, mengurangi waktu perjalanan ke kantor, dan meningkatkan kenyamanan karyawan.

“Perusahaan bisa mulai memindahkan pekerjaan dari kantor pusat ke tempat-tempat kerja yang lebih kecil dan lebih memadai di sekitar kota. Tempat kerja yang dilengkapi dengan teknologi yang diperlukan ini dapat ditemukan di area yang memiliki infrastruktur yang baik, konektivitas transportasi umum, dan yang menawarkan harga sewa yang lebih rendah,” ujar Portellano menambahkan.

“Di masa mendatang, kami mengantisipasi bahwa perusahaan akan mengambil langkah berani berkaitan dengan transformasi kantor, baik dengan desentralisasi atau desain yang berjarak. Evolusi kantor tidak lagi tentang bagaimana orang menempati ruang tetapi bagaimana orang menggunakan dan berinteraksi dengan ruang,” pungkasnya.


Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *