Mowilex Indonesia, Perusahaan Indonesia Pertama yang Raih Sertifikasi CarbonNeutral®

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

Produsen cat PT Mowilex Indonesia (Mowilex) kembali meraih sertifikasi CarbonNeutral® dari Climate Impact Partners. Ini adalah sertifikasi keempat yang didapat Mowilex secara berturut-turut, menjadi perusahaan manufaktur pertama yang tersertifikasi netral karbon di Indonesia. Sertifikat tersebut didapat setelah perusahaan mampu melewati evaluasi Scope 1, 2, dan 3 sesuai acuan global Greenhouse Gas (GHG) Protocol.

Diberikannya sertifikasi ke-4 tersebut karena Mowilex berhasil mencatat pengurangan dan menyeimbangkan emisi karbon yang signifikan dalam periode 12 bulan. Kondisi yang mulai pulih, termasuk kegiatan bekerja di kantor serta perjalanan bisnis yang sudah berjalan kembali di pascapandemi, sedikit meningkatkan total karbon perusahaan dibanding tahun sebelumnya. Mowilex telah memulai beroperasi di berbagai fasilitasnya, juga pindah ke pabrik baru di Cikande, Tangerang yang dirancang hemat energi, sehingga akan mengurangi jejak karbon perusahaan sampai 7 persen.

Dalam rangka dukungan pengurangan emisi karbon tersebut, pada November 2022, Mowilex sudah memasang kanopi tenaga surya secara permanen di area parkir gedung kantor operasional. Sembari menaungi kendaraan yang terparkir, panel tersebut mampu menghasilkan energi bertenaga surya sampai batas maksimum yang diizinkan oleh peraturan PLN saat ini. Pemasangan ini berhasil memangkas emisi karbon di kantor pusat perusahaan hingga 30 persen. Mowilex berencana untuk memasang panel surya serupa di pabrik Cikande dan fasilitas perusahaan lainnya.

“Sertifikasi netral karbon keempat yang kami dapat secara berturut-turut ini menunjukkan komitmen Mowilex terhadap lingkungan dan masyarakat. Sebagai perusahaan yang beretika, kami tahu ‘biaya tersembunyi’ dari polusi lebih besar dari biaya dan tantangan untuk melakukan hal yang benar,” kata Niko Safavi, CEO PT Mowilex Indonesia.

Head of Sustainability Mowilex, Tania Wakhidah Ariningtyas, menambahkan, “Dengan mengurangi emisi, Mowilex turut membantu Indonesia mencapai target 25 persen energi terbarukan pada 2030 dan nol karbon pada 2060.” Mowilex tetap berkomitmen untuk menjaga posisi netral karbonnya dengan mengurangi penggunaan listrik, bahan bakar solar, dan secara sukarela membayar atas emisi yang dihasilkan.

Sebagai bentuk dukungan perusahaan dalam kompensasi karbon di negara berkembang, Mowilex mendanai dua proyek kompensasi karbon (offset) tersertifikasi melalui dua proyekyang disertifikasi oleh Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim. Yaitu pada sistem pengolahan air limbah di perkebunan SPM yang berlokasi di Distrik Pak Thor, Ratchaburi-Thailand, yang mana selain untuk menurunkan emisi metana juga menghasilkan biogas sebagai bahan bakar mesin penghasil listrik. Berikutnya di Proyek Angin Burgos, ladang angin terbesar di Filipina, yang memiliki 50 turbin. Selain menghasilkan listrik bersih, menciptakan lapangan kerja, sekaligus mempromosikan pendidikan lingkungan.

“Sertifikasi Netral Karbon keempat yang diterima Mowilex ini menunjukkan konsistensi kepemimpinan mereka dalam ruang berkelanjutan. Perusahaan tersebut berdedikasi pada setiap tahunnya untuk meniadakan jejak karbonnya dengan proyek kompensasi yang bermanfaat bagi lingkungan,” ujar Dave Jonas, SCS Global Services’ Manager, Climate Services.

“Kami bangga menjadi manufaktur bersertifikasi netral karbon pertama di pasar ini. Kami juga senang melihat perusahaan cat pemula yang menguraikan strategi nol emisi. Kami berharap perusahaan lain akan mengikuti jejak kami. Untuk menciptakan perubahan yang langgeng, kita memang harus mengutamakan lingkungan,” tandas Safavi.

PT Mowilex adalah anak usaha Asia Coatings Enterprises, Pte. Ltd., yang meluncurkan produk cat berbahan dasar air pertama buatan Indonesia pada 1970. PT Mowilex adalah manufaktur cat pertama yang bersertifikat netral karbon di Indonesia yang memproduksi cat warna kontemporer tanpa atau rendah VOC.

Artikel Terkait

Leave a Comment

Terpopuler