Properti Harga Dibawah Rp 1 Miliar Masih Berpeluang

Tak ada yang memungkiri kalau wabah ini jadi pukulan berat bagi industri properti. “Kalau berkaca dari pengalaman krisis 98, bisnis ini perlu waktu 4 tahun baru bisa kembali pulih,” ujarSoelaeman Soemawinata dalam uban virtual dialogue yang diselenggarakan IAP DKI Jakarta. Nah, pada pandemi ini, jika berlarut hingga akhir tahun, 1-2 tahun kemudian baru bisa recovery.

Lebih lanjut Eman mengatakan, dari 1600 anggota REI kini tersisa setengahnya saja yang masih aktif, dan rata-rata adalah pengembang rumah subsidi. “Mereka intens berkomunikasi, untuk berbagi strategi tetap bertahan,” kata Eman. Yang lebih parah, katanya, terjadi pada pengembang perumahan berharga komersial. “Bahkan ada pengembang besar yang mengeluh dari Januari sampai Maret lalu belum ada penjualan sama sekali, padahal periode yang sama di tahun sebelumnya bisa dapat Rp400 miliar,” terangnya.

Menurutnya beberapa anggota REI di daerah masih melaporkan kalau masih penjualan. “Di daerah mungkin tidak terpukul sekeras pengembang di kota-kota besar. Utamanya adalah pengembang rumah subsidi dengan target pasar pegawai negeri, yang mungkin tidak begitu berpengaruh penghasilannya daripada pegawai swasta,” ungkapnya.

Hal senada juga diungkap Marine, kalau berdasarkan data penjualan di rumah.com, secara umum masih ada kenaikan 0,4 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Jika dilihat perwilayah, Surabaya, Jawa Timur mengalami penurunan 5,41 persen, sementara Jakarta turun 1,4 persen. “Namun Banten masih naik 0,6 persen,” kata Marine.

Walau demikian, keduanya tetap menilai bahwa idnustri properti ini masih punya peluang. Pasar milenial dan properti berharga di bawah Rp 1 miliar, kata Marine, masih punya peluang pasar. Dan rumah, imbuh Eman, selama masih ada pertumbuhan penduduk, maka subsektor itu masih ada pasarnya, karena kebutuhan dasar.  Sebab itu, mereka berharap pemerintah pun membantu industri properti, berupa kebijakan relaksasi terutama terkait dengan perbankan dan perpajakan.

 


Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *