Rolling Hills, Hunian yang Cocok untuk Kondisi New Normal

Kawasan industri (KI) sejatinya memang adalah lokasi untuk pabrik dan pergudangan, serta aktivitas yang terkait dengan kegiatan industri dan manufaktur. Tapi dengan perkembangannya, KI tak lagi bisa hanya berisi dengan hal-hal tersebut. Sebab KI pun membangkitkan lalu lintas, tidak saja barang, pun orang, para pekerja, mulai dari kelas buruh sampai eksekutif. Mereka harus pergi pulang, keluar masuk KI, setiap harinya. Seiring dengan peningkatan aktivitas di KI, hal ini tentu akan membebani jaringan transportasi di sekitar KI. Untuk itu, hunian kini juga menjadi “fasilitas” yang seharusnya ada di dalam KI.

Demikian pula Rolling Hills, yang sedang dibangun oleh Grup Lippo, di Margamulya, Telukjambe Barat, Karawang, Jawa Barat.  Perumahan ini dikembangkan di dalam area Karawang Jabar Industrial Estate (KJIE), dengan akses pintu tol KM 47 Karawang Barat, di jalan tol Jakarta-Cikampek. “Seiring dengan perkembangan KJIE, kebutuhan perumahan di sini makin tinggi. Untuk itu, kami membangun Rolling Hills untuk mengakomodasi kebutuhan tersebut,” ujar Jefrey Rawis, Public Relation Manager Rolling Hills.

Karawang sendiri, selain Cikarang-Bekasi, dikenal sebagai area industri, dengan dominasi perusahaan manufaktur dari Jepang.  “Karawang adalah bagian dari koridor timur yang akan pesat perkembangannya, karena punya infrastruktur transportasi yang makin lengkap. Mulai dari jalan tol, jalur kereta cepat Jakarta-Bandung yang salah satu stasiunnya akan ada di sini, lintasan LRT dan kereta commuter line yang akan diperpanjang sampai ke sini, hingga kedekatannya dengan Bandara Kertajati  dan Pelabuhan Panimban,” papar Andreas Nawawi, Senior Advisor PT Lippo Karawaci Tbk., pengembang Rolling Hills.

Pasar Ekspatriat Jepang

Rolling Hills dirancang sebagai permukiman dengan sarana lengkap, yakni pusat belanja, kompleks ruko, rumah sakit, dan sekolah. Menyasar pasar eksekutif muda, Lippo Karawaci menggandeng Alex Bayu (Genius Loci), untuk mendesain kawasan dan bangunan-bangunannya.

Semua bangunan dirancang dengan konsep modern dan mengedepankan hunian sehat; sirkulasi udara dan pencahayaan alami yang baik. “Juga desain interiornya bisa disesuaikan dengan kebutuhan penghuni, jadi rumah ini cocok untuk kondisi new normal,”papar Andreas.

Dibangun di lahan seluas 30 ha, di sini akan ada 2.000-3.000 unit rumah. Ada 4 tipe yaitu 35/60, 50/60, 67/82,5 serta 76/105 m2, dan “Harganya mulai dari Rp 499 juta,” terang Redji, Head of Sales Rolling Hills.

Selain rumah, pada tahap awal ini juga dipasarkan 27 unit ruko yang juga didesain oleh Alex Bayu. Keunikannya, ruko ini dirancang dengan konsep multitenant soho yang fleksibel, jadi setiap lantai dan sisi bisa dipakai oleh penyewa dengan peruntukan berbeda. Berupa bangunan 3 lantai, dan 2 muka, dengan salah satunya terdapat balkon dan ada kamar mandi di setiap lantai.

Menurut Andreas, potensi pasar sewa hunian di sini cukup tinggi, terutama dari ekspatriat asal Jepang. Dengan alasan itu pula, ukuran kamar mandinya sudah disesuaikan dengan onsen, mandi berendam air panas ala Negeri Sakura.

Semua hal itu, membuat investor memburu Rolling Hills pada penjualan perdana, di awal September 2020. Andreas mengungkapkan, sudah terjual lebih dari 200 unit, karena itu pihaknya optimistis targetnya akan tercapai.

 

 


Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *