Saat Tepat Investasi Properti

Tidak ada yang mengira kalau tahun ini menjadi tahun yang sulit bagi semua bisnis, termasuk properti. Dampak pandemi covid-19 ini, membuat kondisi ekonomi jadi tidak menentu, dan krisis membayangi. Tapi ada yang mengatakan justru sekarang adalah saat yang tepat untuk berinvestasi, terutama di properti. Demikian juga dinyatakan oleh Imelda Fransisca, Chief Marketing Officer One Central Business District (OCBD) yang dikembangkan oleh PT Olympic Bangun Persada, dalam zoom webinar ChitChat @MyHome, Rabu (16/09/2020).

Kenapa demikian? Karena properti adalah tangible asset, relatif jelas legalnya, dan selalu memberi capital gain. “Berdasarkan pengalaman, tidak pernah harga properti itu turun, paling hanya kenaikannya yang melambat, jadi pasti selalu memberi untung,” ucapnya.

Agar tetap bisa memberi untung, harus selektif memilihnya. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan, antara lain lokasi dan aksesibilitasnya, legalitasnya, pengembang yang membangun, juga konsepnya.

Menurut Imelda, OCBD adalah contoh properti yang memiliki semua hal tersebut. Dikembangkan di daerah dalam Kota Bogor, lokasinya di persimpangan jalan tol lingkar luar Bogor dan jalan raya Bogor-Jakarta, sehingga mempunyai aksesibilitas yang tinggi. Konsepnya adalah multifungsi, jadi selain ada hunian, di sini juga ada ruang-ruang komersial dan aneka fasilitas kenyamanan seperti pusat bisnis.

“Kami adalah CBD pertama di dalam Kota Bogor,” ucapnya.

Hunian tapaknya sendiri hanya ada 2 cluster, dengan jumlah unit terbatas. Rumah-rumah dua lantai itu, dirancang dengan desain modern, dan denah ruang yang efisien dan cocok untuk hunian kaum milenial, juga kondisi new normal. Dengan harga mulai dari Rp1,3 miliar, menurut Imelda, sangat kompetitif, apalagi dibandingkan dengan hunian sekelas yang ada di daerah Bogor lainnya.

Guna memudahkan konsumen, OCBD juga sudah bekerja sama dengan PT BTN Tbk, untuk pembelian dengan KPR. Kerjasama dengan bank tersebut adalah suku bunga 5,5 persen dan uang muka atau down payment (DP) hanya 5 persen.

Tips KPR Disetujui

Suryanti Agustinar, Executive Vice President Non Subsidized Mortgage & Personal Lending Division BTN, menerangkan bahwa kerja sama dengan pengembang ini, punya banyak tujuan. Selain untuk meningkatkan pengucuran kredit yang sudah ditargetkan, juga membantu bisnis properti agar berjalan baik.

“Sebab bisnis ini sebenarnya berdampak besar pada ekonomi, karena mempunyai keterkaitan dengan lebih dari 170 sektor lain,”ujarnya.

Selain juga, untuk membantu konsumen agar bisa punya rumah dengan mudah, terutama, kaum milenial, karena persyaratannya juga mudah. “Cukup isi aplikasi dan lengkapi dengan copy KTP, slip gaji, rekening tabungan, dan surat keterangan penghasilan,” imbuhnya.

Nah, agar ajuan bisa disetujui dengan cepat, selain kelengkapan dokumen tadi, Suryanti mengingatkan bahwa yang penting adalah kalau ada pinjaman atau kredit dari institusi keuangan lain harus lancar. Lalu, sesuaikan properti yang mau dibeli dengan kemampuan pendapatan.

“Setidaknya cicilan tidak boleh lebih dari 50 persen dari penghasilan,” kata Suryanti.

Lebih lajut ia menyarankan pilih properti yang jelas lokasinya, legalitasnya dan pengembangnya. Mudahnya, cari saja proyek yang sudah bekerja sama dengan bank.


Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *